Bagaimana Seorang Mukmin Berperilaku terhadap Keluarganya

Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa  Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin

Siapapun yang percaya kepada Atribut Mutlak Tuhannya akan menjadi orang yang dicintai di masyarakat, khususnya di lingkungan keluarganya.

Kita mengatakan bahwa seseorang mukmin, orang yang beriman harus bersama keluarganya minimal seperti seekor kucing.  Setiap orang menyukai kucing, setiap orang mengelusnya.  Tetapi sekarang adalah masa yang aneh.  Kita lihat bahwa mukmin, ketika mereka pergi di antara keluarganya, membuat mereka terlihat lebih seperti landak.

Oleb sebab itu, seorang mukmin paling tidak musti seperti kucing:  setiap orang dapat menyukainya.  Bagaimana mungkin seorang mukmin bertindak seperti landak di lingkungan keluarganya?  Itu bukanlah Iman yang sesungguhnya bagi seorang mukmin sejati, atau nasrani sejati, atau yahudi sejati.  Orang yang beriman tidak pernah menyakiti hati orang lain.

Oleh sebab itu, istrimu bahagia denganmu? Ya, karena Imanmu memberi keakraban kepada seluruh anggota keluargamu.  Ketika kamu berada bersama mereka, mereka merasa bahagia, dan ketika kamu jauh dari mereka, mereka akan menanyakanmu, “Di mana ayah kita?”  “Di mana suamiku?”  Ini sangat penting, dan kita berdoa untuk semua orang agar bisa seperti itu dengan Imannya.

Sumber: http://www.madadulhaqq.net

  

 

 

Sohbet Tanggal 15 Mei 2008
Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al Qubrusi (qs)

 

Kirimkan S.O.S. Kamu kepada Allah!


Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Karim Allah,
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sultan Allah,
Sultan Sensin
! Wahai Tuhan kami, Kau-lah Sultan, segala sesuatunya bagi-Mu!
Kamilah makhluk-Mu. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Kuasa, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

A’udzu bi-llahi mina syaithani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim, la haula wa la quwata illa bi-llahi-l  Aliyu-l  Azhim. Ya `Aliyu, ya Azhim, adrikna, ya Allah, bi inayatika uzma!

Ampunilah dan berkahi ruh kami agar selalu berada dalam Hadirat Ilahiah-Mu! Bukan untuk berada didunia, namun berada di Surga! Kita memaksa ruh kita berada dimuka bumi dan ruh kita ingin naik ke Surga. Itulah pergulatan kita! Bergulat dengan diri kita sendiri.

Semua orang -Destur, ya Sayyidi- bertengkar dengan diri mereka sendiri. Dan (ada) pertikaian di orang-orang kita, namun sesungguhnya semua orang bertikai dengan diri mereka sendiri. Jika spiritualitasmu akan menjadi pemenang, kedamaian akan datang kepada dirimu sendiri. Jika tidak, tidak mungkin menggapai kedamaian dalam dirimu sendiri dan jika orang-orang tidak memperoleh kedamaian dalam diri mereka, mereka tidak pernah merasa damai ditengah-tengah orang lain.

Surga meminta spiritualitas kita menggapai maqam-maqam surgawinya namun tubuh materi kita ingin membawa diri kita tetap berada dimuka bumi ini, di dunia materi. Oleh karena itu tidak ada kedamaian. Tidak ada kedamaian, selama kau membuat pertikaian itu dan ego kita bahagia dimuka bumi. Jika mereka mengejar aspek-aspek material ini, tidaklah mungkin menggapai maqam-maqam surgawi. Maqam-maqam Surgawi memintamu untuk menggapai maqam pribadimu. Seperti semua orang yang hidup diplanet ini, mereka memulai hari mereka sebagai pekerja kamudian saat matahari terbenam semua orang beranjak pulang karena Dunya menjadikan mereka lelah; (mereka) lelah dan ingin istirahat. Dan tubuh sejati kita juga mulai lelah dari serangan-serangan ego kita. Ego kita menyerang, menyerang diri kita dan menjadikan diri kita lelah.

Dan Allah yang Maha Kuasa mengajarkan para Nabi-Nya dan para Nabi-Nya mengajari kepada masyarakat umum, bagaimana mereka sebaiknya bahagia dan beristirahat yang cukup. Itu diperoleh dari Pesan-pesan Surgawi melalui para Nabi. Jika kalian tidak mengikuti para Nabi atau tidak mengikuti arah-arah Surgawi yang memperbaiki gaya hidupmu, kau tidak akan pernah bisa istirahat.

Benar, Allah yang Maha Kuasa telah menciptakan manusia dan (Dia) mengutus manusia ke muka bumi ini dan Dia meletakkan sebuah program untuk gaya hidup kita. Kita punya sebuah program.

“Eh, Syaikh”, Aku bertanya, “Apakah kerjamu?”

Mr. Firdaus menjawab: “Aku seorang programmer.”

“Program apa?”

“Programmer”

“Untuk apa program?”

“Untuk pergi ke Jakarta dan datang ke Malaysia, dan pergi ke Burma, lalu pergi ke Singapura, lalu pergi ke China…” (dimana) hal itu terjadi… Programming untuk manusia. Itu bukan apa-apa! Itu hanya sejenis program, bukanlah sebuah Program surgawi! Namun… semua orang telah dikaruniai sebuah program untuk hidup, namun mereka melemparkan program itu dan Setan berkata: “Datanglah kepadaku! Tinggalkan itu, itu bukan (sebuah) program. Program hidupmu adalah bersamaku, ikuti aku! Ikuti aku, aku akan membawamu ke sebuah area dimana kau akan menemukan program hidup terbaikmu, gaya hidup terbaik akan ditemukan disana! Kau akan bahagia disana, kau akan sangat sangat sangat bahagia dan penuh dengan kesenangan! Datang dan ikuti aku!”

Bagaimana menurutmua manusia zaman sekarang? Seluruhnya, lebih dari 99%, mereka mengikuti program Setan!

“Apa kabar, Pak? Apakah anda bahagia?” Aku bertanya.

“O Syaikh, dimanakah kebahagiaan itu!”

“Aku kira anda milyader!”

“Benar, pak, Aku tahu itu namun uangku tidak pernah memberiku istirahat dan kebahagiaan dan kesenangan terhadap diriku sendiri…”

Jika kalian semua menjadi milyader – apakah menurutmu kalau kau akan bahagia? Kini orang-orang berbahagia? Aku bertanya ke Timur dan Barat! Aku (seorang) hamba paling lemah, aku nol, bukan siapa-siapa, namun aku bertanya kepada seluruh bangsa, kepada semua orang: “Apakah kalian mendapatkan apa yang dijanjikan setan kepadamu? Sebuah hidup yang sempurna, penuh dengan kesenangan? Apakah menurutmu orang yang hidup diabad 21 meraih kesenangan itu dan gaya hidup kelas tinggi? Aku bertanya! Katakan! Jangan berbohong!” ..Tidak…

Oleh karenanya, dari masa ke masa juga datang Peringatan surgawi, seperti gempa bumi – Allahumma akhfadhna! Gempa bumi, atau… apa yang berputar ini?… Angin topan… nama lainnya… angin ribut…tornado… seperti sebuah cemeti untuk membangunkan manusia. Wahai manusia, bangunlah! Siapapun yang hidup diplanet ini bangun dan lihat serta berusahalah melihat yang sesungguhnya! Mereka berkata, kini aku mendengar apa yang orang katakan: “Oh, alam mulai tidak seimbang, wahai Syaikh!”

“Apa yang terjadi?”

“Anda tidak mendengar apa yang terjadi di Burma atau di China atau di Turki atau di….”

Turki artinya ayam betina terbang… ayam betina yang besar… kalian tahu itu? Makan… itu selalu berpikir…tidak bicara, sangat pendiam… Mereka berkata,” Alam baru saja kehilangan keseimbangannya, oleh karenanya terjadi hal seperti ini dan manusia tidak sanggup menyelamatkan diri mereka sendiri dari serangan-serangan itu!”

Masih saja mereka tidak mau mengucapkan: “Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, Pencipta-mu, Pencipta kita, memberikan peringatan kepada kita dan Dia berfirman: ‘Wahai hamba-hamba-Ku, bangunlah, bangun! Kalian berada dijalan yang salah, bangun dan datanglah kepada-Ku! Ikuti Aku, jangan ikuti setan!”

Mereka berkata: “Eh, alam kehilangan keseimbangannya…”

Semua bangsa tidak mau datang dan berkata: Oh Tuhan kami, Pencipta kami, berikan ampunan-Mu dan kirimkan kami rahmat-rahmat-Mu!”

Mereka tidak mengatakannya, mereka orang-orang yang amat membanggakan diri. Orang-orang yang amat membanggakan diri! Tidak pernah mengucap: “Kami sudah diciptakan. Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, Tuhan semua makhluk, Dia melakukan segalanya!”
Belum juga mengumumkan deklarasi itu, bangsa dan pemerintahan, dan mereka mengejar dari sisi ini dan sisi lain dan mereka akan bersama penghuni rumah sakit jiwa… sedikit lagi kutukan atas bumi datang, orang-orang akan menjadi gila, mereka kehilangan pikiran mereka, mereka kehilangan semua perasaan mereka!

Wahai kalian, wahai manusia yang hidup dari Timut hingga Barat, datang dan ucapkan: “Oh Tuhan kami, Kau telah menciptakan kami, berikan Rahmat-Mu dan selamatkan kami, selamatkan ruh kami, nyawa!”

Eh, manusia dari masa ke masa, jika sesuatu terjadi, mereka mengirim, “SOS, SOS…” Kalian tahu SOS? Apakah artinya? Save Our Soul (selamatkan nyawa kami .penerj). Ya, mereka tahu. Mereka tidak minta tolong kepada Allah! Kirimkan itu dari Timur dan Barat, ucapkan, “SOS”, dan orang-orang bertanya: “Dimanakah engkau?”

“Kami baru melalui gelombang-gelombang raksasa, selamatkan nyawa kami, selamatkan kami!”

Jangan berkata: “Oh Tuhan kami, selamatkan kami”, jangan kirimkan kepada Allah, kirimkan kepada orang-orang: “Kirimkan kami beberapa pesawat, beberapa helikopter, beberapa kapal selam, kirimkan kami beberapa kapal besar untuk menyelamatkan kami karena nyawa kami akan tamat, kami akan kehilangan diri kami!”

Mengapa kau tidak memohon untuk menyelamatkan nyawamu kepada Dia yang sudah menciptakanmu dan jiwamu? Namun manusia sedang mabuk!

Semoga Allah mengampuni kita!
Ini cukup… Semoga Allah mengutus kepada kita beberapa hamba-Nya yang spesial yang mampu membawa manusia, dapat membuat manusia mengikutinya dengan ketinggian spiritualitas mereka. Wahai manusia, pintalah orang untuk menyelamatkan dirimu, jiwamu dan tubuh fisikmu. Demi kehormatan Penghabisan para Nabi Sayyidina Muhammad saw… Zidhu, ya Rabbi, izzan wa sharafa wa nuran wa surura wa ridwanan wa sultana, bi hurmati-l Fatiha

Aku begitu lelah, dititik nol, namun perintah-perintah dari Syaikh kita ditujukan kepada kalian, apa yang ingin mereka katakan untuk menginformasikan kepada orang-orang. Agar mereka bangun, maka kami bicara. Aku bukanlah seorang dosen, bukan, ini sesuatu yang datang dari Syaikh-syaikh surgawi melalui hati kita untuk membicarakannya. Dan kami bicara pada tingkat terendah; program kita adalah selalu berada ditingkat terendah agar semua orang dapat memahami sesuatu, karena jika kita naik sedikit saja maka tidak seorangpun dapat mengerti… Semoga Allah mengampuni kita! Demi kehormatan yang paling terhormat, yang paling mulia dalam Hadirat Ilahiah-Nya, Sayyidina Muhammad saw, AlFaatihah.